Berikut adalah resume peremuan ke 2 dari seminar online yang saya ikuti
Narasumber: Rosiana Febriyanti
Pentigraf adalah akromin dari cerpen tiga paragraf, namun bukan sembarang tiga paragraf yang datar melainkan dibumbui dengan akhir yang menarik perhatian pembaca. Akhir kisahnya bisa membahagiakan atau bahkan menyedihkan. Pentigraf termasuk fiksi mini yang dibatasi hanya tiga paragraf.
Narasumber: Rosiana Febriyanti
Pentigraf adalah akromin dari cerpen tiga paragraf, namun bukan sembarang tiga paragraf yang datar melainkan dibumbui dengan akhir yang menarik perhatian pembaca. Akhir kisahnya bisa membahagiakan atau bahkan menyedihkan. Pentigraf termasuk fiksi mini yang dibatasi hanya tiga paragraf.
ciri-cirinya:
!. panjang tulisan hanya 3
paragraf
2. Satu paragraf hanya mempunyai
satu gagasan pokok
3. Secara teknis penulisan di
komputer, satu bparagraf satu kali ENTER
4. Sebagai cerpen, pentigraf
memiliki ciri-ciri narasi yaitu
a. Alur ( ada konflik)
b. Tokoh ( yang menggerakan alur)
c. Topik ( persoalan yang dialami
tokoh)
d. Latar ( waktu, tempat, dan
suasana)
Tema dalam
membuat pentigraf bisa berasal dari mana saja, bisa berasal dari pengalaman
pribadi atau curahan hati penulis. Pentigraf boleh diawali dengan memunculkan
konflik atau solusi atau pengenalan karakter. Akhir ceritanya pun beranea macam
ada yang menyedihkan, menyenangkan atau pun ada yang memberi twist atau memberi
kejutan.
Dialog dalam
pentigraf diminimalkan atau diubah dalam
bentuk narasi atau deskripsi, Namun dialog tetap dibutuhkan untuk bumbu agar
tidak terasa hambar. Paragraf dalam pentigraf jangan terlalu panjang dan jangan
terlalu banyak percakapan. Dalam satu paragraf hanya ada satu kalimt langsung.
Panjang pentigraf sekitar 210 kata.
kalimat langsung pada paragraf kedua cukup satu saja. Paragraf kedua
berisi alur, di dalamnya konflik yang dialami tokoh. paragraf ketiga berupa
resolusi atau kesimpulan yang menarik dan berkesan sehingga mudah diingat oleh
peembaca. Ada kejutan di akhir cerita inilah yang menjadi bumbu rahasia.
Berikut contoh cepen pentigraf yang saya buat dan telah saya revisi atas saran narasumber
Lagi nunggu siapa pak
Suatu hari aku dan fika pergi ke dinas tenaga kerja untuk mengurus sesuatu. Kami pergi ke sana dengan berboncengan motor. Sesampainya di sana kami langsung memarkirkan motor dan menuju ke area kantor.
Saya bertanya kepada security di kantor tersebut, "pak kalau mau mengurus ini bagaimana ya?". Beliau menjelaskan dengan ramahnya sampai tak sadar hujan turun dengan derasnya. Kami pun menunggu hingga hujan reda bahkan sampai tempat itu sepi yang tersisa hanya kami bertiga.
Karena lapar akhirnya aku memutuskan untuk pulang hujan juga sudah mulai mereda. Sesampainya di parkiran motor, aku kebingungan ada seorang laki-laki berdiri di dekat motorku seperti sedang menunggu seseorang. Kami pun takut lantaran area parkir sudah sangat sepi. Sambil memakai helm aku bertanya kepada beliau. Beliau tertawa dan menjawab saya tukang parkir mbak, nungguin motor ini. Saya dan fika tertawa dan malu karena ketika parkir tadi aku tidak terlalu memperhatikan wajah tukang parkirnya.
